NYAMAN DI MOBIL, NYAMAN DI DOMPET:Kiat beli mobil bebas panik
"…Gile Bo.. Seksi amat tuh …!" Teriak si Djamal dilanjutkan dengan berdecak kagum dan melotot ke satu arah. Teman-teman jalan barengnya –all the boys- langsung nyambung: "Mana..mana..??" Sambil menunjuk dan masih terus melotot, Djamal berceloteh lagi:" Itu tuh yang parkir di pojok situ .. Jauh lebih seksi dari Britney Spears!"
…..Ooo, rupanya yang dimaksud bukan wanita, tetapi sebuah mobil sport berwarna merah mányala yang `mejeng' di lokasi strategis di tempat parkir sebuah gedung di kawasan pusat distrik bisnis. Dan, asal tahu saja, all the boys yang dimaksud, bukan gank-nya anak-anak remaja, melainkan bapak-bapak yang umurnya sudah kepala 3 dan 4.
Di jaman moderen ini, mobil sering bukan lagi dianggap sebagai kendaraan saja, tetapi bagi banyak kalangan, seolah-olah telah menjadi satu pribadi dan sering dipandang sebagai simbol status. Pendeknya: You are what you drive! Di satu sisi, mungkin fenomena ini merupakan salah satu indikator `keberhasilan' iklan perusahaan otomotif. Di sisi lain, keterlibatan emosional yang terlalu berlebih dalam memilih mobil bisa berdampak negatif bagi kondisi keuangan keluarga.
Situasi ini lebih diperparah lagi dengan adanya kemudahan mendapatkan pinjaman untuk membeli mobil. Suku bunga di Indonesia sudah relatif rendah dibandingkan pada saat krisis, dan bahkan juga dibanding sebelum krisis. Saat ini, suku bunga SBI (Sertifikat Bank Indonesia) bertengger pada single digit sekitar 8% per tahun. Banyak bank menawarkan kredit mobil dengan bunga rendah bahkan bersubsidi, sebesar kurang dari 10% flat per tahun. Beberapa di antaranya bahkan menawarkan bunga 0% selama periode promosi tertentu. Karena terlalu terpengaruh impulse emosional, banyak orang melupakan sisi rasional dampak pembelian mobil. Pembelian mobil, baik secara tunai maupun kredit, membawa konsekuensi munculnya biaya lain, seperti kebutuhan biaya operasional dan perawatan selama memiliki kendaraan tersebut, serta biaya asuransi. Oleh sebab itu, perlu dipertimbangkan secara rasional apakah biaya tambahan tersebut bisa dibenarkan setelah memperhitungkan manfaat yang diperoleh.
Pertimbangan berikutnya adalah kemampuan keuangan kita: apa sudah punya cukup dana awal untuk pembelian dan dana di masa depan untuk biaya-biaya selama kepemilikan mobil? Tambahan pula, kalau anda berencana membeli dengan cara kredit, jangan lupa mempertimbangkan kemampuan keuangan keluarga anda dalam membayar cicilan.
Bila Anda memiliki duit cukup untuk membeli mobil secara tunai, belum tentu hal ini merupakan pilihan yang paling menguntungkan. Satu hal penting yang sebaiknya Anda pertimbangkan adalah tingkat suku bunga dan tingkat keuntungan investasi yang bisa Anda dapat. Bila tingkat keuntungan investasi yang bisa Anda lakukan lebih tinggi dari tingkat suku bunga kredit mobil, maka sebenarnya membeli mobil dengan tunai bisa dibilang merugi. Demikian juga sebaliknya. Contoh, Anda memiliki uang tunai sebesar Rp 150 juta dan cukup untuk membeli mobil yang Anda inginkan dengan tunai. Bila bunga kredit saat ini sekitar 10% pertahun. Anda akan lebih beruntung bila Anda menempatkan dana yang Anda miliki dalam investasi yang berisiko rendah dan memberikan tingkat suku bunga lebih tinggi dari tingkat bunga kredit. Misalkan anda memiliki bisnis yang perlu ekspansi dan akan mendatangkan keuntungan sekitar 25% per tahun. Uang Rp 150 juta tersebut lebih baik digunakan untuk investasi bisnis dan anda
membeli mobil dengan kredit. Dengan begitu Anda mendapatkan keuntungan dari selisih imbal hasil investasi dengan bunga kredit, yaitu sekitar 15% per tahunnya.
Bila Anda memutuskan untuk membeli dengan cara kredit, minimal ada tiga faktor yang harus dipertimbangkan untuk melangkah lebih lanjut. Pertama, Pilih mobil yang sesuai dengan kebutuhan keluarga. Memilih jenis mobil yang dibutuhkan -bukan hanya diinginkan- merupakan langkah awal yang harus dipikirkan dan disetujui bersama. Setiap individu dalam keluarga bisa memiliki kriteria yang berbeda-beda, atau prioritas / preferensi berbeda terhadap kriteria yang sama. Contoh kriteria misalnya: harga maksimum, jenis kendaraan (sedan, minibus, jip, minivan, dan lain-lain), kapasitas tempat duduk, efisiensi bahan bakar, jenis bahan bakar (solar, premium, pertamax, atau pertamax plus), kemudahan ketersediaan suku cadang, harga suku cadang, kemudahan menjual kembali, besar penurunan harga jual kembali, ketersediaan garansi, ketersediaan bengkel resmi, dan lain- lain. Perlu diperiksa apakah kriteria itu memang merupakan kebutuhan dan harus ada (must have) atau sekadar keinginan dan tidak wajib ada (nice to have). Sebaiknya pilihan ini didiskusikan bersama dengan anggota keluarga lainnya. Dengan demikian, keputusan pembelian mobil akan menjadi keputusan bersama sehingga menyenangkan semua anggota keluarga.
Kedua, Bandingkan harga dari beberapa sumber. Setelah anda memutuskan jenis mobil yang diinginkan, maka langkah berikutnya adalah mencari tahu berapa harga terbaik yang ditawarkan. Untuk perbandingan ini, diperlukan pengumpulan informasi dengan menanyakan ke beberapa dealer yang mengeluarkan jenis mobil yang Anda inginkan. Iklan baris, brosur, dan telepon merupakan sarana yang penting digunakan untuk tujuan ini. Perlu juga diperiksa harga yang ditawarkan mencakup apa saja. Ada dealer yang memberikan harga off-the-road, ada pula yang on-the road. Harga off-the-road belum termasuk macam-macam biaya administrasi dan pajak. Harga yang berbeda bisa juga karena perbedaan fitur yang ditawarkan. Ada fitur yang bisa esensial bagi banyak orang, misalnya adanya AC, radio, tape / CD player, dan lain- lain. Ada pula fitur yang hanya sekadar pernik-pernik, misalnya tambahan variasi bumper belakang, bentuk lampu, velg racing, dan lain-lain. Logisnya, kita harus memprioritaskan fitur yang esensial. Fitur yang non-esensial seringkali dapat kita minta untuk bonus pembelian.
Ketiga, Siapkan DP dan cicilan bulanan sesuai dengan kemampuan keuangan. Pembelian mobil dengan kredit memerlukan uang muka atau down payment. Besar uang muka ini pada umumnya berkisar antara 20- 30% dari harga mobil. Contoh saja, bila harga mobil yang Anda inginkan Rp 200 juta maka diperlukan dana sekitar 40-60 juta sebagai uang muka. Keperluan ini belum termasuk biaya administrasi, asuransi, dan biaya-biaya lainnya. Pertimbangan selanjutnya bisa dilihat di box "Tips Membeli Mobil dengan KPM." Hey boys (well…actually men), grow up. We are much more than what we drive!
Tips Membeli Mobil dengan KPM
- Tentukan jenis mobil yang dibutuhkan.
- Tentukan harga mobil maksimum sesuai kemampuan keuangan keluarga.
- Siapkan uang muka yang dibutuhkan (sekitar 30% dari nilai mobil).
- Tentukan jangka waktu kredit dan besarnya cicilan bulanan yang sanggup Anda bayar dalam jangka panjang
- Cari tahu institusi yang memberikan kredit sejumlah yang anda inginkan dengan suku bunga terendah.
- Periksa syarat-syarat pelengkap.
- Siapkan berkas-berkas dokumen pendukung yang dibutuhkan
(fotokopi KTP, slip gaji, laporan rekening tabungan bulanan, dan
lain-lain). - Cari mobil sesuai yang diputuskan semula dengan harga paling kompetitif
- Ajukan permohonan kredit
- Tanda tangani kontrak kredit dengan institusi yang mengeluarkan KPM
- Sisihkan pendapatan bulanan sesuai yang direncanakan untuk pembayaran KPM
- Rawat mobil Anda secara teratur dan jaga hubungan baik
dengan kreditur
Sumber: Roy Sembel, dkk. 2003. Smart Saving and Borrowing for Ordinary Family. Elex Media Komputindo, Jakarta.

No comments:
Post a Comment